Rabu, 02 Mei 2012


IBD    Tulisan-MANUSIA DAN ALAM

Manusia dan alam sangat terhubung erat, bagaimana tidak tiap seper sekian detik kita membutuhkan alam secara tidak langsung. Berpikir sedikit dan renungkan! Yapz tumbuhan, tumbuhan merupakan faktor utama dalam penopang kehidupan manusia di bumi. Tanpa tumbuhan kita mati (baca=punah :D). Namun selain kita membutuhkan tumbuhan secara tidak langsung, saya lebih suka dengan semua yang ada dibalik alam. Terutama air, kenapa air?
Karena air adalah suatu kumpulan senyawa antara Hidrogen dan Oksigen. Pernah berfikir bahwa mereka adalah gas tak bisa dipegang namun bisa dirasakan keberadaannya. Begitu pula manusia, coba anda bayangkan berapa kali anda tersenyum kepada keluarga, sahabat, kerabat, teman kerja, anda dalam sehari. Banyakan mana, saya yakin paling sedikit dengan keluarga anda. Padahal keluarga merupakan sebuah support kehidupan anda yang paling utama. Jika di telaah apabila anda lebih sedikit tersenyum kepada keluarga anda, anda termasuk sebuah tumbuhan pohon besar di haparan rumput yang luas. Bisa dibayangkan betapa sunyinya kehidupan kita, disni anda bisa membuat suatu karya yang bisa membawa dampak perubahan dalam hidup anda.
Banyaklah berinteraksi dengan keluarga anda, luangkan banyak waktu dengan keluarga anda. Sekali lagi KARENA KELUARGA ANDA ADALAH SUATU SUPPORT UTAMA yang bisa membuat anda mempunyai kemampuan yang lebih dan belum pernah anda bayangkan. Masih banyak sifat manusia yang bisa kita pelajari dari air.

1. Kekuatan Anda.
Pernah dengan Karate Aliran Shotokan. aliran tersebut menggunakan prinsip laju air.
2. Sifat Anda
Pepatah mengatakan "air tenang menghanyutkan" "air beriak tanda tak dalam" "bagai air diatas daun talas" "air susu di balas dengan air toba" pepatah tersebut juga mencerminkan anda alam bentuk air.
3. Perbuatan Anda
Sumber air atau air bah. anda bisa menajdi sumber air, yang mencerminkan anda berguna bagi keluarga anda, rekan kerja anda, teman anda, dan sahabat anda. atau air bah yang mencerminkan sebaliknya. Dari beberapa pembedahan air, maka sepantasnya kita sudah sadar akan pentingnya sebuah pemikiran yang nyata terhadap alam.


Pada hakekatnya agama apapun mengajarkan dua poros kehidupan utama yakni : hubungan manusia dengan sesama manusia ( habluminnannas ) dan hubungan manusia dengan tuhannya ( hablumminnallah). Seperti juga dalam ajaran Hindu, Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan alam lingkungannya, manusia dengan sesamanya. Oleh karena itu jika kita benar – benar menerapkan secara mantap, kreatif dan dinamis dalam kehidupan ini niscaya terwujudlah kehidupan yang harmonis yang meliputi pembangunan manusia seutuhnya yang astiti bakti terhadap Sanghyang Widhi Wasa ( Tuhan Yang Maha Esa ), cinta kepada kelestarian lingkungan serta rukun dan damai dengan sesamanya.
Masyarakat dunia mulai cemas terhadap : terjadinya persengketaan antar suku bangsa dan antar negara, adanya lubang pada lapisan ozon di antariksa kutub selatan dan kutub utara, pengikisan lapisan ozon di atmosfir Eropah timur, terjadinya pemanasan global, revolusi industri yang mecemari sungai, laut dan udara, kepadatan penduduk diperkotaan, pertumbuhan pemukiman yang tak ramah lingkungan, hutan terbakar, penebangan hutan yang semrawut, penambang yang berdampak buruk terhadap lingkungan, kemajuan teknologi yang menimbulkan efek – efek samping yang bersifat biologis, psikologis dan ekologis bagi dasar kehidupan manusia., banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gempa tektonik dan lain – lain.
Acara tahunan festival Sastra Internasional Ubud Writers & Readers Festival ( UWRF ) tahun ini, tanggal 14 sampai 19 Oktober 2008 di Ubud Bali, Yayasan Saraswati sebagai tuan rumah. Tri Hita Karana sebagai tema festival tersebut. Tema tersebut hemat saya sangat tepat sekali. Dimana dalam pertemuan itu akan menumbuhkan dan membangkitkan sadar akan hubungan manusia dengan sesamanya. Manusia saling mengasihi walaupun berbeda keturunan, ras, suku bangsa, dan negara tetapi ikatan silaturrahmi yang erat sesama makhluk yang diciptakan Tuhan,. Hubungan yang harmonis sesama manusia menciptakan perdamaian dunia, jauh dari segala persengketaan. Tidak akan terjadi malapetaka dan bencana alam jika manusia itu ramah terhadap alam, ramah terhadap lingkungannya, menjaga kelestariannya. Betapa indahnya isi dunia ini dengan alamnya yang elok, semua ini adalah karunia Tuhan. Kemajuan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan ketinggian teknologi adalah anugerah Tuhan yang berfungsi untuk memperindah dan memperelok alam ini.
Ilmu pengetahuan dan teknologi juga untuk memakmurkan kesejahteraan manusia. Menyusun arsitek bangunan fisik dan non fisik dengan memperhatikan alam lingkungan, memahami kebudayaan dan iklim daerah setempat, sesuai dengan fungsi dan aktivitas penghuninya, seleksi bahan bangunan dan mempertimbangkan bangunan bertingkat seperti perumahan, hotel, pertokoan dan perkantoran apalagi menggunakan kaca agar jangan terjadi dampak pada struktur tanah, rotasi udara dan cahaya matahari. Penebangan pohon dan penambang hasil bumi seperti minyak, batu bara, logam murni dan non murni, batu permata, batu, tanah, pasir dan sebagainya harus memperhatikan keselamatan lingkungan. Solusi bagaimana mengatasi limbah industri yang berdampak buruk terhadap lingkungan kehidupan manusia. Dan banyak lagi yang perlu kita sadari untuk menjaga kelestarian alam ini. Mudah – mudahan pertemuan di Ubud nanti dapat melunasi harapan kita semua. Semoga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar